Manual Pengguna - Bagian 2: Panduan Operasional

Buku Panduan Sistem AO BPRS

Standard Operating Procedure (SOP) Operasional Produksi
Versi Dokumen: 1.0 Bagian: 2 dari 3 Fokus: Frontline Operations
Peran: Account Officer (AO)

SOP 1: Proses Penerimaan Pembiayaan Baru

Prosedur ini mengatur bagaimana AO memasukkan data nasabah dan mendapatkan keputusan kredit secara otomatis dari sistem.

  1. Registrasi Data Nasabah (Create Customer)

    Masuk ke menu Data Nasabah > Tambah Baru.

    Input Wajib:
    • NIK (Nomor Induk Kependudukan): Wajib unik. Sistem akan menolak jika NIK duplikat.
    • Penghasilan Bulanan (Net): Pastikan angka sesuai slip gaji atau laporan laba rugi usaha. Angka ini sangat mempengaruhi Skor DSR.
    • Nilai Aset: Masukkan nilai pasar wajar agunan (BPKB Motor/Mobil, SHM Rumah). Angka ini mempengaruhi Skor Jaminan.
  2. Input Pengajuan Pembiayaan (Submit Loan)

    Pilih nasabah yang sudah terdaftar, klik Buat Pengajuan.

    • Produk: Pilih jenis pembiayaan (Mudharabah, Murabahah, dll).
    • Plafond (Principal): Jumlah pinjaman yang diminta.
    • Marga/Profit: Masukkan persent margin (Contoh: 15% untuk 1 tahun).
    • Tenor: Durasi bulan.
    • Tanggal Mulai: Akad real.
  3. Analisis Sistem (AI Scoring)

    Setelah klik "Simpan", sistem otomatis menjalankan Production Scoring Engine dan menampilkan hasil dalam hitungan detik.

    Contoh Tampilan Hasil Skor:
    Skor Kredit: 725
    Segment:      LOW RISK (Hijau)
    Prob. Macet:  1.5%
    DSR:          35% (Aman)
    -----------------------------
    Keputusan:    REKOMENDASI : DISETUJUI
                            
    Skenario High Risk (Skor < 550):
    Jika sistem memunculkan peringatan "HIGH RISK", AO TIDAK boleh langsung menolak. SOP:
    1. Cek ulang input "Penghasilan". Apakah nasabah punya penghasilan lain (side-hustle) yang belum tercatat?
    2. Cek "Nilai Aset". Apakah agunan undervaluasi saat input?
    3. Jika sudah dikoreksi dan skor masih merah -> Ajukan ke Komite Risiko untuk approval manual.
  4. Penjadwalan Otomatis

    Sistem akan otomatis membuat 12 (atau sesuai tenor) jadwal angsuran di tabel Payments. AO tidak perlu menghitung manual. Jadwal ini bisa dicetak untuk diserahkan ke nasabah (Rencana Angsuran).

Peran: Petugas Kasir / Collection

SOP 2: Proses Pembayaran Angsuran

Prosedur pencatatan pembayaran harian nasabah.

  1. Menu Pembayaran

    Buka menu Collection > Bayar Angsuran. Cari nasabah berdasarkan No Kontrak atau Nama.

  2. Pilih Angsuran (Tagihan Aktif)

    Sistem akan menampilkan daftar tagihan jatuh tempo. Prioritaskan pembayaran tagihan yang paling tua (oldest due date) sesuai prinsip FIFO.

  3. Input Nominal Bayar

    Masukkan uang tunai yang diterima dari nasabah.

    • Sesuai Tagihan: Status berubah jadi Lunas. Sistem mencatat tanggal hari ini sebagai Paid Date.
    • Kurang dari Tagihan: Status tetap Belum Lunas / Partial Payment. Sisa saldo akan menjadi tagihan bulan depan.
    • Lebih dari Tagihan: Kelebihan diperlakukan sebagai Pelunasan Angsuran Berikutnya (Angsuran Dipercepat).
  4. Cetak Bukti Setoran

    Setelah menyimpan, sistem memunculkan tombol Cetak Bukti Bayar (Kwitansi). Berikan kwitansi fisik kepada nasabah.

Peran: Manajemen Risiko / Direktur

SOP 3: Monitoring Portofolio & Early Warning

Panduan penggunaan Dashboard untuk pengambilan keputusan strategis dan penanganan risiko.

  1. Akses Dashboard Utama

    Login sebagai user Direktur atau Risk Director. Buka Monitoring > Dashboard.

    Metrik Utama yang Harus Diperhatikan:
    Total Portofolio: Total uang yang dipinjamkan ke nasabah.
    Delinquency Rate (Tingkat Kelalaian): Persentase nasabah yang telat bayar. Jika > 5%, perlu evaluasi kebijakan penagihan.
    Distribusi Risiko: Proporsi Low vs Medium vs High risk nasabah. Idealnya piramida terbalik (Banyak Low Risk, sedikit High Risk).
  2. Early Warning System (EWS)

    Buka menu Monitoring > Early Warning. Fitur ini mendeteksi nasabah yang berpotensi bermasalah SEBELUM mereka macet total.

    Kriteria Masuk EWS:

    1. Nasabah memiliki skor risiko High Risk (Skor rendah).
    2. DAN sudah ada catatan pembayaran Terlambat (Late) minimal 1 bulan.
    Tindakan Manajemen:
    Jika daftar EWS bertambah panjang, Manajemen harus:
    1. Menginstruksikan AO untuk melakukan kunjungan lapangan (Field Visit).
    2. Mempertimbangkan restrukturisasi jadwal angsuran jika nasabah mengalami kesulitan finansial sementara.
  3. Analisis Massal (Bulk Prediction)

    Fitur ini digunakan untuk audit portofolio lama.

    • Ekspor Data: Ekspor data nasabah dari core system lama ke Excel/CSV.
    • Upload ke Sistem: Gunakan menu Files > Upload.
    • Proses Prediksi: Klik tombol Analisis Risiko Bulk.
    • Hasil: Sistem akan memberikan laporan: "Dari 1000 nasabah lama, 200 diantaranya tergolong High Risk dan membutuhkan perhatian khusus".